Nusantara Jaya Teknologi

08001401216 info[@]njt.co.id

Menu
REVIEW | GTX 950 Xtreme Edition

REVIEW | GTX 950 Xtreme Edition

By In Review Article On June 17, 2016


NVIDIA kembali menghadirkan GPU penerusnya lewat seri GTX 950 yang menggunakan Maxwell Generasi kedua yang tentunya memiliki performa lebih kencang

TEKNOBANDIT.COM. Semenjak GTX 750 muncul di pasaran, NVIDIA berhasil menyedot perhatian para pengguna PC khususnya para gamer untuk menggunakan video card berbasis Maxwell generasi pertama tersebut sebagai platform gaming mereka. Nah, NVIDIA kembali menghadirkan GPU penerusnya lewat seri GTX 950 yang menggunakan Maxwell Generasi kedua yang tentunya memiliki performa lebih kencang. Beruntungnya, kali ini kami mendapatkan kesempatan untuk menguji video card ini yang datang dari GIGABYTE lewat seri GTX 950 Xtreme Edition.

Sesuai penamaannya, video card ini tentu sudah mengalami modifikasi yang cukup ekstrim di berbagai aspek. Salah satunya adalah konfigurasi GPU clock yang ditingkatkan hingga mencapai 17% dari versi reference-nya. Hal ini juga berlaku pada memori clock-nya, namun dibanding GPU clock, peningkatan pada memori clock-nya ternyata tidak terlalu signifikan, hanya meningkat sekitar 5% saja.

Pembubuhan nama Extreme gaming pada video card ini juga terkait dengan aspek lain di mana GIGABYTE ternyata menggunakan metode ekstrim guna memperoleh GPU terbaik melalui GPU Gauntlet Sorting. Metode ini diklaim mampu untuk menghasilkan GPU berpeforma tinggi dengan memilih GPU yang lolos pengujian ekstrim.

Desain casing video card yang dihadirkan juga tampil lebih garang dengan dominasi wana hitam serta dilengkapi stripping berwarna silver. Logo Xtreme Gaming berbentuk tameng juga dibubuhkan diantara dua buah kipas yang digunakannya. Hal tersebut mengisyaratkan, bahwa produk video card ini hadir dengan rancangan yang berbeda dari produk GIGABYTE pada umumnya.

TESTING

Seluruh data hasil pengujian merupakan hasil benchmark murni menggunakan aplikasi benchmark terkait dengan konfigurasi sistem seperti yang tercantum di bawah ini.

PLATFORM PENGUJIAN

  • Prosesor: Intel Core i7-6700K @4.0 GHz
  • Motherboard: GIGABYTE Z170X GAMING G1
  • Memory: 4x 4GB Silicon Power DDR4
  • Storage: Silicon Power S55 120 GB
  • Power Supply: FSP Hydro G 650W
  • CPU Cooler: Noctua NH-L9x65
  • Display: BenQ Monitor XL Gaming @1920 x 1080, (1440p 7 4K using VSR mode)
  • OS: Windows 10 Pro 64-bit
  • Driver:  NVIDIA 364.72  WHQL
1080p 3DMARK Fire Strike GPU score (extreme preset) 5641
Ashes of Singularity 21.8
Tomb Raider (preset ultimate) 52.9
Grid 2 (Ultra) 85.44
1440p 3DMARK Fire Strike GPU score (extreme preset) 3301
Ashes of Singularity 17.7
Tomb Raider (preset ultimate) 32.6
Grid 2 (Ultra) 58.1

Pada pengujian game Tomb Raider dengan setting Ultimate preset di resolusi 1080p, video card ini mampu mencetak skor 52.9 fps saja. Sementara pada Grid 2 dengan setting yang sama, hasil yang diperoleh ternyata jauh lebih baik yakni 85.44 fps. Video card ini juga sempat kami ujikan dengan game terbaru bergenre RTS yakni Ashes of the Singularity di mana peran DirectX 12 diperlihatkan pada pengujian ini. Namun jika melihat hasil yang diperoleh, video card ini cukup kesulitan dalam menjalankan game Ashes of the Singularity karena scene yang ditampilkan cukup kompleks sehingga berpotensi menghasilkan draw call yang lebih tinggi. Dalam kasus ini, penggunaan DirectX 12 sangatlah penting, karena API yang digunakan dapat memaksimalkan kemampuan processor serta komunikasi antara CPU dan GPU menjadi lebih efektif. Bahkan dalam setting 1440p, skor yang dihasilkan pada game Ashes of the Singularity ternyata cukup rendah. Hal ini dapat disimpulkan bahwa optimalisasi NVIDIA untuk game berbasis DirectX 12 masih perlu ditingkatkan lagi.

Dari sisi operasional, video card ini tetap memercayakan solusi pendingin GPU melalui teknologi xtreme cooling dengan memanfaatkan direct heatpipe yang berkontak langsung dengan GPU serta dukungan dua buah fan besar dengan bentuk bilah 3D (3D-Active Fan). fitur pendingin ini ternyata cukup berhasil menekan laju panas di video card ini di mana suhu idle yang tercatat adalah 42⁰C dan mencapai suhu 64⁰C saja pada kondisi full load. Kondisi ini cukup aman bagi Anda yang gemar melakukan overclock karena start point pada kondisi full load-nya saja sudah rendah sehingga masih tersisa cukup banyak marjin suhu sebelum mencapai batas kritisnya.

Untuk mengoptimalkan kinerja video card ini, GIGABYTE menyertakan sebuah aplikasi serbaguna yang bernama GIGABYTE OC GURU II. Aplikasi ini dapat dimanfaatkan untuk merubah konfigurasi GPU sekaligus sebagai aplikasi untuk monitoring suhu dan kecepatan fan. Selain itu, aplikasi ini juga dapat digunakan untuk merubah warna dari logo Windforce yang terletak di badan video card.

Distributor : PT Nusantara Jaya Teknologi
WEBSITE : https://njt.co.id/


Related Posts

Yes No